|
Untitled Document
Jogjakarta dan Semarang! Mendengar dua kota tersebut, langsung terbersit di benak kita kita tentang sejarah yang melatarbelakangi dua kota besar di Jawa Tengah itu. Diamond Summit 2010 yang dihelat pada 6 – 10 Mei 2010 memilih berlokasi sekaligus di dua tempat soko guru sejarah dan sentra wisata di Jawa Tengah itu. Tak hanya faktor kesejarahan, ragam pilihan kuliner dan eksotisme tempat wisata menjadi daya tarik sendiri. Sekitar 200 distributor HD berkesempatan membuktikannya. Mencicipi sebuah kehidupan yang “nJawani” (bersifat seperti orang Jawa-red.) menjadi keunikan tersendiri yang mengundang penasaran bagi banyak orang.
Hari Pertama: Arak-Arakan Andong
Tak lekang oleh waktu, baju lurik dalam rupa kebaya dan surjan menjadi wardrobe unik yang dipakai oleh peserta setiba di Jogjakarta. Bak “pengantin sunat”, kami pun diarak menggunakan puluhan andong (kereta kuda) ke Joglo Melati, sebuah rumah makan unik yang terletak di utara Jogjakarta. Hentakan kuda lumping dan gemulainya Janaka yang mengalahkan Buto Cakil menjadi tari sambutan dan pengiring acara yang dipandu oleh MC kocak. Setelah dari Joglo Melati, hasrat belanja pun terpuaskan di Malioboro hingga sang kala menutup mata.
Hari Kedua: Presentasi Julianto Eka Putra
Keunikan dari Diamond Summit adalah adanya materi presentasi yang membuka wacana baru bagi para peserta. Keunikan tersebut membedakan acara itu dengan wisata-wisata lainnya. Julianto, Royal Crown Indonesia, membawakan presentasi sekaligus memperkenalkan promo fantastis, Fantastic 3.
Hari Ketiga: City Tour
Sebagai kota budaya dan sejarah, tidak lengkap jika meninggalkan Jogjakarta sebelum mengunjungi situs-situs bersejarah yang terserak di sana. Setelah menyempatkan diri membeli oleh-oleh khas Jogja, rombongan pun menuju Candi Borobudur, salah satu artefak megah nan agung. Beranjak dari sana, rombongan pun menuju Semarang, Ibukota Jawa Tengah. Langkah pertama kami di sana menjejak di halaman kemegahan Masjid Agung, simbol keagungan syiar. Perjalanan kami hari ini berakhir di empuknya kasur hotel bintang lima: Gumaya.
Hari Keempat: Road To Success
Diamond Summit adalah salah satu penghargaan atas kesuksesan para “Diamond HD”. Kesuksesan itu pun ditularkan kepada semua orang dengan acara RTS (Road To Success). Acara yang diadakan pada 9 Mei di Grand Hall Hotel Gumaya ini dihadiri oleh ratusan peserta. Seperti biasa, sebagai pemuncak acara Diamond Summit, gala dinner menjadi tradisi yang selalu diuri-uri. Gala dinner tidak semata dilihat dari kualitas kuliner yang disediakan, tetapi lebih pada kualitas perjamuan sebagai sebuah keluarga besar yang berkumpul menjadi satu. Perjamuan senantiasa menyimbolkan kebersamaan.
Hari Kelima: Kuil Sam Po Kong
Hari terakhir DS 2010 dihiasi dengan wisata belanja (lagi) di kota Semarang. Bandeng, loen pia alias lumpia, dan wingko babat menjadi mascot oleh-oleh khas setempat. Puas membekali diri dengan oleh-oleh buat sanak saudara, kami berkunjung ke Kuil Sam Po Kong, tempat di mana dulu Laksamana Cheng Ho mendarat di Semarang. Simbol perpaduan dua budaya, Islam - China, ini menjadi fakta sejarah yang tidak bisa dilupakan. Perpaduan itu jugalah yang mengilhami tema Diamond Summit kali ini: Harmony In Love, berpadu serasi dalam cinta.
|
| ARSIP
BERITA >> |
 |
|
|
|
|