Siapa yang tak butuh cinta? Semua orang pasti membutuhkannya. Hal ini wajar karena pada dasarnya hadirnya manusia di dunia diawali oleh cinta.
Cinta bisa diterjemahkan dalam jutaan kata. Entah berapa juta puisi dan lagu membahas cinta. Jika ditanya akan maknanya, beragam jawaban dapat terucap hanya dari satu orang. Namun, tak sedikit yang tak mampu berkata-kata saat ditanya akan cinta. Bukan karena tidak tahu, namun semata-mata karena betapa dalam cinta dalam dirinya. Kadang memang cinta tak mampu dan tak perlu diucapkan. Namun akan lebih baik jika cinta dibuktikan dengan perbuatan sekaligus dinyatakan dengan sepenuh hati.
Cinta yang dibuktikan dengan tindakan dan diucapkan dengan kesungguhan hati mungkin hanya kita kenal melalui teori-teori yang sejak kanak-kanak kita dengar. Keluarga kita tentu sangat mencintai kita, namun belum tentu ucapan cinta keluar dari mulut mereka. Agama kita betapa mengagungkan kehidupan yang bernafaskan cinta, tapi sudahkah kita jalankan dengan segenap kesungguhan dan ketulusan?
Jika saja kita sudah menjalankan cinta yang tulus dan tanpa pamrih, kehidupan tak sesulit yang dialami. Jika perbuatan kita dilandasi cinta, kebahagiaan hakiki bukanlah hayalan. Pencarian kita akan ketenangan, kenyamanan dan kebahagiaan hidup sesungguhnya dapat kita ciptakan sendiri. Hanya dengan satu syarat, membuktikan cinta.
Mengamalkan cinta. Hal itulah yang perlu kita lakukan kini. Mulai dari mencintai diri kita kemudian kita sebarkan kepada orang-orang terdekat, lingkungan terdekat dan pada akhirnya menyebar hingga tak terbatas geografis. Dengan tujuan mulia dan panggilan hatinya itulah maka Mr. Peter Chia berbagi kisah inspiratif sekaligus penuh cinta kasih.
Dihadapan peserta Love Volunteer beliau dengan tegas dan jelas membuktikan keajaiban cinta yang telah ia alami. Mr. Peter Chia bukan saja telah meraih kebahagiaan hidup karena cinta, namun lebih dari itu. Beliau mendapatkan kembali kehidupannya karena cinta. Bukti cinta dalam hidupnya itulah yang ingin beliau bagikan kepada sesama. Sebab beliau yakin, bukan hanya dirinya yang dapat diselamatkan oleh cinta. Bukan hanya ia semata yang bisa dibahagiakan dengan membuktikan cinta.
Untuk dapat menjalankan kehidupan penuh cinta itulah, dibutuhkan orang-orang dengan jiwa-jiwa mulia yang rela berbagi. Bukan sekedar untuk membagi cinta dengan orang lain, namun yang paling utama adalah untuk mampu memperbaiki kehidupannya sendiri. Jika para laskar cinta ini sudah dapat membuktikan betapa cinta mampu mengubah hidup menjadi begitu positif, maka dengan sendirinya mereka bisa membagikan cinta kepada sesama. Sebab, bagaimana mau berbagi jika dirinya sendiri masih belum mendapatkan manfaat dari cinta.
Beruntung para peserta Love Volunteer bukan hanya diajak berteori tentang cinta oleh Mr. Peter Chia. Mereka langsung diberikan bukti saat itu juga bagaimana dengan membuktikan cinta, kebahagiaan akan menghampiri kita lebih dari yang sudah kita rasakan. Hebatnya hanya dengan mengucapkan cinta, para peserta sudah mendapatkan bukti-bukti nyata yang membuat mereka menjadi pribadi yang lebih baik. Bukti-bukti inilah yang semoga akan membuat mereka yakin dan menjalankan hidup dengan penuh bukti cinta.
Suasana cinta dalam Love Volunteer Meeting kian melarutkan peserta dalam keakraban yang belum mereka rasakan. Bukti-bukti cinta tersirat dalam rona wajah mereka yang cerah ceria penuh senyum. Bahkan saking penuhnya energi cinta, mereka tak segan-segan saling bepelukan dengan sesama peserta meskipun sebelumnya belum pernah bertemu. Sebuah pemandangan yang membuktikan bahwa cinta mampu menghidupkan kehidupan.
Mereka yang sudah membuktikan telah siap menebarkan dan menghiasi kehidupan mereka dengan bukti-bukti cinta. Mereka akan dengan kerelaan membagikan bukti cinta kepada orang-orang di sekitarnya. Mungkin saja kepada Anda. Kini, siapkah Anda menjadi relawan cinta berikutnya?