FTEC untuk Indonesia
Aplikasi teknologi hendaknya bersifat fleksibel. Artinya, teknologi itu diterapkan dengan mengikuti keadaan dan situasi setempat. Tidak bisa teknologi diterapkan tanpa penyesuaian. Itulah mengapa teknologi terus berkembang dengan penyesuaian-penyesuaian di sana-sini.
FTEC-1 Sudah Terbukti
Teknologi FTEC-1 yang menggunakan Filartech™ sudah terbukti. Itulah mengapa banyak negara maju telah menggunakan teknologi purifikasi ini. Bahkan, di London, Inggris, air yang disediakan oleh penyedia air minum di sana masih dirasa tidak layak minum. Itu mengapa teknologi ini tepat digunakan di sana . Hal yang sama juga dirasakan di Singapura dan Malaysia . Itu mau menunjukkan bahwa kualitas air minum semakin menurun secara global sehingga perusahaan penyedia air minum pun kewalahan menyediakan kebutuhan air minum.
Bagaimana dengan Indonesia? Sama. PDAM terbukti belum bisa memberikan air minum yang layak bagi masyarakat. Infrastruktur pipa PDAM Indonesia umurnya sudah uzur, bahkan ada yang merupakan peninggalan Belanda. Proses distribusi air melalui pipa yang sudah berkarat dan berumur itulah yang menjadi alasan mengapa produksi air PDAM memburuk begitu sampai di rumah konsumen. Kondisi itu juga membuat tekanan dan volume air yang sampai di konsumen begitu kecil.
Masalah di Indonesia: Tekanan Air Rendah
Infrastruktur PDAM di Indonesia menjadi kendala tersendiri. Banyak, bahkan hampir semua, pelanggan PDAM di Indonesia mengeluhkan mengenai masalah tekanan air yang rendah sehingga debit air yang keluar pun kecil. Hal ini berpengaruh terhadap kinerja FTEC-1 yang membutuhkan tekanan air minimal sebesar 70 kPa.
Jika tekanan air berada di bawah 70 kPa, maka udara menjadi mudah terjebak dalam cartridge FTEC-1 sehingga air akan sulit masuk dalam pori-pori Filartech™. Akibatnya, air mengalir sangat kecil, bahkan tidak mengalir sama sekali. Cara untuk mengatasi hal itu dapat dengan metode mengguncang-guncang unit FTEC, tetapi tidak jarang hal itu tidak berhasil.
Cartridge Hydrophobic : Solusi Air Bertekanan Rendah
Untuk mengatasi permasalahan yang ada itu, FTEC-1 sekarang dilengkapi dengan cartridge hydrophobic yang mampu mengalirkan air secara lancar walaupun tekanan airnya rendah. Dengan hydrophobic, hanya dibutuhkan tekanan air minimal sebesar 10 kPa dan tekanan maksimal 350 kPa. Tekanan air sebesar itu sudah dapat kita peroleh dari air PDAM di Indonesia sekarang ini.
Cartridge hydrophobic dilengkapi dengan teknologi serat yang telah disempurnakan sehingga udara tidak lagi terjebak dalam cartridge, tanpa memperbesar ukuran pori-pori yang ada. Ukuran diameter pori-pori Filartech™ tetap sebesar 0,1 Mikron sehingga mampu menyaring berbagai jenis bakteri dan virus. Teknologi tersebut dikembangkan untuk diaplikasikan di negara-negara yang PAM-nya bermasalah dengan tekanan air yang rendah, seperti Indonesia. Dengan teknologi baru ini, FTEC semakin khusus diperuntukkan bagi penduduk Indonesia. FTEC pun menjadi semakin Indonesia ....