>> Artikel Kesehatan

Tetap sehat bersama Produk High-Desert

Bookmark and Share
Hidup Terasa Pahit akibat Kencing Manis

Dalam bahasa kedokteran, penyakit diabetes mellitus tipe 2 dikenal dengan istilah kencing manis. Penyakit ini dipicu oleh peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan hormon insulin absolut ataupun relatif. Akibatnya, tubuh tidak bisa mengolah glukosa dari makanan. Gula yang tidak terpakai ini lalu menumpuk di dalam aliran darah dan air seni sehingga disebut kencing manis.

Lazimnya seseorang disebut mengidap penyakit diabetes jika kadar gula darahnya di masa berpuasa di atas 126 miligram per desiliter. Adapun pada masa normal atau setelah mengonsumsi asupan makanan, kadar gula darahnya di atas 200 miligram per desiliter. Normalnya kadar gula dalam darah hanya antara 70 miligram per desiliter dan 150 miligram per desiliter. Nah, bersamaan pertambahan umur, tubuh seseorang juga bisa menjadi intoleransi terhadap glukosa. Karena itu, penyakit diabetes mellitus biasanya menyerang kaum lanjut usia (lansia).

Berbagai penelitian di Indonesia menunjukkan, persentase penderita penyakit diabetes mellitus pada kelompok umur di atas 15 tahun hanya berkisar 1,2-2,3 persen. Selebihnya diidap oleh pasien lansia. Berdasarkan penelitian, tingkat prevalensi penderita diabetes mellitus tipe 2 adalah 1,5-2,3 persen. Kecuali, di Provinsi Sulawesi Utara, tingkat prevalensinya tercatat cukup tinggi, yakni 6 persen. Sementara di Depok, Jawa Barat, tingkat prevalensi diabetes mellitus tipe 2 mencapai 12,8 persen. Prevalensi merupakan jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada waktu tertentu di suatu wilayah.

Hasil penelitian itu mengindikasikan, penyakit diabetes mellitus bukan hanya dipicu faktor genetika atau keturunan, melainkan juga pola hidup yang buruk dari para penderitanya di usia produktif. Pada penderita lansia, penyakit ini bisa muncul karena penyakit penyerta, pemakaian obat-obatan rutin yang memengaruhi tingkat toleransi glukosa, dan berkurangnya sekresi insulin. Bahayanya, pada penderita diabetes mellitus berusia lanjut biasanya akan terjadi komplikasi penyakit lain, misalnya kolesterol, hipertensi, kebutaan, dan jantung koroner, hingga kematian Ini alasan kita harus menjaga kadar gula di batas normal.

Asal Anda tahu, pada penderita diabetes berusia lanjut dengan intoleransi glukosa, mengonsumsi obat-obatan penurun kadar gula darah tidak akan efektif. Itu sebabnya, para penderita diabetes usia uzur ini bakal bergantung pada asupan insulin secara kontinu untuk mengendalikan kadar gula dalam darahnya. Padahal, (penderita) diabetes tipe ini seharusnya tidak tergantung pada insulin.

Maniskan Kembali Hidup dengan Produk HDI

Sudah saatnya kembalikan manisnya kehidupan bagi penderita diabetes. Caranya adalah dengan mengonsumsi manisnya gula yang tidak mengganggu metabolisme insulin dalam tubuh. Seiring dengan stabilnya produksi insulin oleh pankreas, maka sesungguhnya penderita diabetes dapat menikmati segala rasa dalam hidup ini. Untuk itu, konsumsi yang manis-manis yang berasal dari bahan alami nan aman bagi pederita diabetes. Produk tersebut adalah produk-produk unggulan dari HDI.

Produk yang memiliki kemampuan menjaga pankreas Anda sekaligus menjadi sumber energi tanpa mengusik insulin adalah produk perlebahan. Madu siapapun pasti akan menyatakan bahwa produk ini aman bagi siapapun, termasuk penderita diabetes. Untuk itu, HDI Clover Honey jawabannya. Sebab selain aman sebagai sumber energi, ia juga m embantu mengatasi luka, mencegah infeksi akibat bakteri, meredakan inflamasi dan mempercepat regenerasi sel kulit

Sebagaimana kita ketahui bahwa pangkal masalah dari DM adalah rusaknya sel-sel pankreas sehingga produksi insulin terganggu. Diabetes Mellitus [kencing manis] terjadi akibat gangguan produksi atau gangguan penggunaan insulin, yaitu hormon untuk mengubah gula, karbohidrat, dan zat lain menjadi energi. Maka dari itu, perbaikan sel-sel perlu diperhatikan dalam mengelola DM.

Jawaban dari perawatan pancreas ada pada HDI Bee Propolis, HDI Royal Jelly dan HDI Pollenergy 520. Ketiganya memiliki kandungan propolis yang sudah terbukti secara ilmiah memiliki antioksidan yang tinggi. Sebagaimana kita tahu antioksidan sangat penting melawan radikal bebas pemicu rusak dan matinya sel dalam tubuh kita. Selain itu, kemampuan kandungan hormon, enzim dan vitamin dalam HDI Royal Jelly terbukti mampu mempertahankan sekaligus memperbaiki sel-sel rusak.

Sementara itu, HDI Pollenergy 520 sangat penting bagi kebugaran tubuh. Produk ini memiliki kandungan pollen. Pollen sendiri dikenal memiliki 200 lebih jenis nutrisi yang alami sehingga aman bagi penderita DM. Selain itu, pollen memiliki kandungan zat yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat yang jika diderita pederita DM sudah pasti sangat membahayakan.

Selain merawat dari dalam, perawatan dari luar pun harus ditingkatkan. Sebagaimana kita tahu, penderita diabetes mellitus sangat berbahaya jika terluka. Oleh karena itu HDI menghadirkan HDI Aloe Propolis Cream. Produk ini sangat baik untuk pengobatan luka apapun. Kandungan propolis dan aloe vera di dalamnya sangat baik untuk proses penyembuhan.

Dengan rangkaian produk di atas, pahitnya hidup sudah dihapus dari kamus penderita diabetes.

INFO MEDIS >>  
 
Terlalu sering nonton TV memang diketahui merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami obesitas.Mau sehat? Hindari Nonton TV Berlebihan
Terlalu sering nonton TV memang diketahui merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami obesitas.
...Selengkapnya
Lapar tentu sudah menjadi respons yang kerap terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.Kondisi Tubuh Saat Lapar dan Kenyang
Lapar tentu sudah menjadi respons yang kerap terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
...Selengkapnya

INFO PRODUK >>  
 
Lebaran selalu dimeriahkan dengan aneka makanan nikmat.Tetap Langsing Pascalebaran
Lebaran selalu dimeriahkan dengan aneka makanan nikmat.

...Selengkapnya
Bakat anak perlu kita perlajari sejak kecil.Gali Bakat Anak Sejak Dini
Bakat anak perlu kita perlajari sejak kecil.

...Selengkapnya
TIPS SEHAT >>
 
Menu berbuka puasa yang seringkali berupa minuman dan makanan manis, dingin atau hangat memang sangat berpotensi memicu rasa ngilu pada gigi sensitif.Jinakkan Gigi Sensitif Saat Puasa
Menu berbuka puasa yang seringkali berupa minuman dan makanan manis, dingin atau hangat memang sangat berpotensi memicu rasa ngilu pada gigi sensitif....Selengkapnya

Luka hingga bernanah biasanya sangat mengganggu aktivitas.Tips Rawat Luka Bernanah
Luka hingga bernanah biasanya sangat mengganggu aktivitas....Selengkapnya
 

ARSIP ARTIKEL >>
 
Copyright © 2014 by PT Harmoni Dinamik Indonesia. Red Top Square #B7-8, Jl. Pecenongan Raya No.72, Jakarta 10120.