Mata
Menjadi Merah
Mata
adalah jendela jiwa. Melalui mata seseorang, kita bisa memperkirakan bagaimana
kepribadian orang tersebut. Itulah salah satu alasan mengapa kita harus selalu
memperhatikan kesehatan indra penglihatan tersebut.
Konjungtivis
atau mata memerah adalah salah satu penyakit mata yang bisa mengganggu penderitanya
sekaligus membuat orang lain merasa tidak nyaman ketika berkomunikasi dengan
si penderita mata merah ini.
Seseorang
mengalami konjungtivis ketika bagian konjungtiva-nya mengalami peradangan. Konjungtiva
adalah membran yang menutupi permukaan mata yang berwarna putih dan area yang
berada di bawah kelopak mata. Konjungtiva meradang karena ada serangan bakteri
dan virus yang biasanya juga bertanggung jawab sebagai penyebab flu, infeksi
telinga, infeksi sinus, dan radang tenggorokan. Bahkan, infeksi itu juga bisa
disebabkan oleh bakteri yang juga menjadi penyebab penyakit kelamin chlamydia
dan gonorrhea. Selain itu, kongjungtivis juga bisa disebabkan oleh alergi, iritasi
bahan kimia, atau udara yang terpolusi.
Semua
orang dapat tertular konjungtivis, bahkan bayi yang baru lahir sekalipun. Yang
bisa ditularkan adalah konjungtivis adalah yang disebabkan oleh bakteri dan
virus. Penularan terjadi ketika seorang yang sehat bersentuihan dengan seorang
penderita atau dengan benda yang baru disentuh oleh penderita tersebut. Konjungtivis
juga bisa menular melalui air kolam renang atau handuk yang dipakai bersama.
Demikian juga melalui batuk dan bersin.
Konjungtivis
mungkin penyakit umum, namun bukan berarti tidak harus dicegah. Sebaiknya Anda
atau anggota keluarga Anda:
- Tidak menyentuk
mata dengan tangan.
- Sering mencuci
tangan.
- Sering mengganti
handuk dan tidak berbagi dengan orang lain.
- Sering mengganti
sarung bantal.
- Segera bersihkan
kosmetik mata sebelum tidur, terutama maskara.
- Jangan gunakan
kosmetik atau produk perawatan mata orang lain.
- Mengikuti
instruksi dokter mata Anda, terutama bila Anda adalah pengguna lensa kontak.
Pencegahan
konjungtivis pada bayi dapat dilakukan dengan mengobati penyakit, terutama infeksi
kelamin, yang dialami oleh sang ibu hamil.
Biasanya
dokter akan merekomendasikan si penderita untuk beristirahat di rumah selama
beberapa hari untuk mempercepat penyembuhan sekaligus menghindari penularan.
Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan itu, Anda dapat mengonsumsi suplemen
HD Bee Propolis.
HD
Bee Propolis adalah suplemen yang bersifat antiperadangan sehingga mampu
mempercepat proses penyembuhan penyakit konjungtivis. Suplemen itu juga harus
bersifat antiviral, antibakteri, antijamur, serta dapat melindungi penderitanya
dari serangan alergen. Suplemen ini juga dapat dikonsumsi oleh ibu hamil sehingga
dapat mencegah konjungtivis pada si calon bayi.
HD
Bee Propolis mengandung propolis yang murni dan berkualitas. Propolis dikenal
sebagai antibiotik alami yang serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
secara alami. Propolis berbeda dengan obat antibiotik sintetik yang dapat membuat
bakteri menjadi kebal dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian,
HD Bee Propolis dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh sekaligus menjadikannya
lebih baik karena propolis mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk membangun
kekebalan tubuh dan mengaktifkan kelenjar thymus yang merupakan bagian penting
sistem imunitas tubuh. Jadi, bukan hanya melindungi dari infeksi, melainkan
juga dari alergen yang bisa menimbulkan konjungtivis di indra penglihatan Anda
atau anggota keluarga Anda.
|