Tidak hanya mencakup
organ alat vital saja, yang dimaksud dengan organ reproduksi juga mencakup
semua organ genital, termasuk saluran-saluran sperma dan sel telur.
Organ reproduksi
memang kurang diperhatikan sebab di dalam budaya kita, orang merasa
kurang nyaman membicarakan masalah seksual. Padahal, organ tersebut
sangat membutuhkan perhatian, terutama kesehatan dan kebersihannya.
Kita dapat menjaga kesehatan organ reproduksi dengan cara-cara yang
relatif sederhana.
Saat ini, kita secara
khusus akan membahas mengenai cara-cara yang bisa dilakukan untuk menjaga
kesehatan organ reproduksi wanita. Organ reproduksi pada wanita memang
jauh lebih ‘rumit’ dan rentan akan penyakit. Hal itu disebabkan
karena secara anatomis, letak organ reproduksi wanita berada di dalam
tubuh.
Membersihkan
Daerah Kewanitaan
Menjaga
kesehatan organ reproduksi pada wanita diawali dengan menjaga kebersihan
organ kewanitaan. Untuk menjaga kebersihan vagina, yang perlu kita lakukan
adalah membasuh secara teratur bagian vulva (bibir vagina) secara hati-hati
menggunakan air bersih dan sabun yang lembut setiap habis buang air
kecil, buang air besar, dan ketika mandi. Yang terpenting adalah membersihkan
bekas keringat dan bakteri yang ada disekitar bibir vagina. Bagian dalam
vagina biasanya akan mampu menjaga kebersihannya sendiri.
Hindarilah penggunaan
terlalu sering sabun antiseptik yang keras atau cairan pewangi untuk
menghilangkan bau di daerah kewanitaan. Terlalu kerap membasuh vagina
dengan cairan kimia (douching) dan penggunaan deodoran di sekitar vagina
akan merusak keseimbangan organisme dan cairan vagina sehingga memungkinkan
terjadinya infeksi pada vagina (vaginitis).
Menjaga Kebersihan
Pada Masa Menstruasi
Untuk menampung darah menstruasi, wanita menggunakan pembalut. Pembalut
itu perlu diganti sekitar empat sampai lima kali dalam sehari untuk
menghindari pertumbuhan bakteri pada pembalut yang digunakan dan mencegah
masuknya bakteri tersebut ke dalam vagina.
Memilih Pakaian Dalam
Yang perlu diperhatikan dalam memilih pakaian dalam adalah bahan yang
digunakan sebaiknya terbuat dari bahan katun sehingga dapat menyerap
keringat dan membiarkan kulit bernapas. Selain itu, hindari menggunakan
pakaian dalam yang terlalu ketat karena selain gerah, juga menyebabkan
peredaran darah tidak lancar.
Kebersihan daerah
kewanitaan juga bisa dijaga dengan sering mengganti pakaian dalam, paling
tidak sehari dua kali setelah mandi; terutama bagi wanita aktif dan
mudah berkeringat. Anda juga bisa menggunakan panty liners atau pembalut
tipis sekali pakai untuk melapisi pakaian dalam.
Periksa Secara Rutin
Ada baiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis organ genital secara
teratur (setidaknya dua tahun sekali) untuk mendeteksi kemungkinan adanya
kanker pada organ reproduksi. Ada dua kanker yang kerap menyerang organ
reproduksi wanita, yaitu kanker indung telur dan kanker leher rahim.
Sampai sekarang,
belum diketahui dengan pasti apa penyebab kanker leher rahim. Diduga
kuat penyakit tersebut disebabkan oleh virus yang bernama Human Papilloma
Virus (HPV) yang disebabkan oleh Penyakit Menular Seksual (PMS). Kanker
leher rahim bisa muncul karena hubungan seksual di bawah 20 tahun, berganti-ganti
pasangan, tidak merawat kebersihan alat kelamin, berhubungan seks dengan
laki-laki yang memiliki pasangan penderita kanker leher rahim, dan akibat
sering merokok.
Dokter biasanya
melakukan tindakan pap smear untuk mendeteksi adanya kanker tersebut.
Prosedurnya adalah dengan mengambil sebagian kecil sel dari dinding
vagina (cerviks). Sel ini kemudian diperiksa secara mikroskopik dalam
laboratorium. Saat ini, pap smear dianggap sebagai metode paling efektif
dalam mendeteksi kanker leher rahim, dengan tingkat akurasi 90-95%.
Nah, jangan tunggu
sampai ada penyakit di dalam organ-organ reproduksi Anda. Rawat dan jagalah
kebersihannya. Untuk menjaga kesehatan organ reproduksi dari dalam, Anda
juga dapat mengkonsumsi High-Desert Royale Jelly Liquid untuk membantu
sistem reproduksi dan regenerasi sel. Selain itu, ada High-Desert Bee
Propolis yang berguna sebagai antioksidan dan menambah kekebalan tubuh.