Awet
muda adalah impian semua orang. Tidak hanya bagi kaum hawa, kaum adam
pun berhak dan perlu menyelami rahasia agar awet muda. Dalam pengertian
sempit, awet muda yang sering diidentikkan dengan penampilan kulit yang
bebas kerut. Nah, dalam pengertian yang lebih luas, awet muda juga meliputi
stamina yang senantiasa berenergi dan vitalitas yang selalu ’greng’.
Nah, awet muda dalam artian ini yang lebih banyak "diburu"
oleh kaum adam.
Untuk
senantiasa awet muda tentu ada "harga" yang harus dibayar.
Awet muda sebenarnya merupakan konotasi dari awet sehat sehingga "harga"
yang harus dibayar untuk memperolehnya tidak lain adalah dengan menjaga
kesehatan tubuh dan kebugaran badan. Awet muda alias awet sehat itu
sebenarnya tergantung dari apa yang masuk ke tubuh, yaitu makanan yang
kita makan tiap hari. Benarlah bahwa "You are what you eat",
yang artinya apa yang kita makan menentukan kondisi tubuh kita.
Selain
makanan yang tiap hari kita makan, awet muda juga ditentukan oleh kondisi
psikis kita. Kondisi psikis yang tertekan dalam waktu lama akan mengakibatkan
penuaan dini yang berefek pada timbulnya beragam penyakit degeneratif.
Di saat stres, terjadi stimulasi hormon kortisol yang justru mempercepat
penuaan dan andropause.
Andropause
pada Pria
Banyak penyakit yang mengancam akibat penuaan, seperti diabetes, osteoporosis,
hipertensi, dan sejenisnya. Bagi seseorang yang sering mengonsumsi obat-obatan,
efek penuaan dini juga semakin diperparah dengan efek samping dari obat-obatan
yang dikonsumsinya.
Ketika
mengalami penuaan dini, tubuh juga mengalami somatopause, yaitu saat
di mana tubuh berhenti memproduksi hormon-hormon yang sangat diperlukan,
seperti testosteron, progesteron, estrogen, dan sejenisnya. Pada kaum
Adam, masa ini lebih populer dengan sebutan andropause.
Andropause
sering menghantui kebanyakan kaum pria yang menginjak usia 40 tahun
ke atas. Selain mengundang berbagai jenis penyakit penuaan, mengurangi
keindahan penampilan, andropause juga mengakibatkan penurunan kemampuan
seksual. Gejala seseorang mengalami andropause yaitu adanya gejala depresi
yang menetap dan fungsi ereksi atau libidonya yang menurun. Penurunan
fungsi seksual pada masa andropause lebih diakibatkan karena turunnya
produksi hormon testosteron sekitar 1- 15%.
Gejala
fisik yang mengiringi andropause antara lain adalah mudah letih dan
mengantuk berlebihan; rasa sakit atau kaku pada otot, persendian dan
tulang; penis mengecil; penurunan tenaga dan kekuatan otot; pertumbuhan
janggut dan kumis berkurang; dan penurunan frekuensi ereksi pagi hari,
hingga menurunnya gairah seksual. Akibat penurunan fungsi vitalitas
tersebut, laki-laki kerap menjadi mudah marah, depresi, panik, tegang,
gelisah, sulit tidur, juga merasa tertekan.
Sulih
Hormon
Sejauh ini, pria yang mengeluhkan gejala andropause dapat menjalani
sulih atau terapi hormon, yaitu dengan pemberian hormon testosteron.
Namun, sebelum memutuskan pemberian terapi hormon, perlu dipastikan
pasien tidak mengidap kanker prostat. Meski pemberian hormon testosteron
sejauh ini tidak ditemukan dapat mengakibatkan kanker prostat, namun
jika sudah mengidap kanker prostat, pemberian hormon dapat memicu pertumbuhan
kanker tersebut.
Pemberian
terapi hormon dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui suntikan,
dengan meminum tablet, implant (susuk), atau pun dengan menggunakan
semacam koyo. Terapi tersebut mesti dijalani dalam waktu tertentu, tergantung
kondisi setiap individu. Jika kondisi pasien membaik, dosis pemberian
hormon dapat dikurangi secara bertahap. Sejauh ini pasien yang menjalani
terapi tersebut mengalami perbaikan kondisi yang signifikan. Libido
meningkat dan ada penguatan otot.
Dibutuhkan
Persiapan Semenjak Muda
Memang cukup banyak obat-obat dan layanan medis yang menjanjikan bisa
menunda andropause yang mengiringi proses penuaan. Namun, mempersiapkan
kondisi ini sejak muda adalah metode yang terbaik. Persiapan tersebut
adalah dengan kebiasaan berolahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan
yang bergizi seimbang.
Riset
membuktikan bahwa cepat atau lambatnya penuaan dipengaruhi oleh faktor
genetika sebanyak 30 persen. Sisanya, 70 persen, dipengaruhi oleh gaya
hidup. Seseorang yang rajin berolahraga, terbukti bisa menangkal sejumlah
penyakit kardiovaskuler sekaligus menunda penuaan. Olahraga juga terbukti
dapat meminimalisir efek stres. Olahraga tidak sebatas pada olahraga
keras yang menguras tenaga namun juga dapat berupa olahraga ringan,
seperti yoga dan senam pernafasan.
Hal
kedua yang seharusnya bisa menjadi penunjang penunda penuaan adalah
faktor diet dan nutrisi. Berdasarkan penelitian, terbukti bahwa jumlah
kalori yang berlebihan dalam tubuh makhluk hidup bisa menyebabkan usia
lebih pendek. Maka, dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan
porsi yang tidak terlalu banyak sangat dianjurkan bagi pria dewasa.
Agar
awet muda secara optimal, pola hidup sehat Anda juga dapat dipadukan dengan
mengonsumsi High-Desert Royale Jelly Liquid yang mengandung madu dan royal
jelly lebah. Royal jelly adalah makanan ratu lebah yang dapat membantu
proses regenerasi sel. Di samping itu, banyak nutrisi yang dikandung royal
jelly. Nutrisi tersebut bermanfaat untuk menutrisi, mempertahankan keremajaan
kulit serta tubuh, meningkatkan kesuburan pria dan wanita, dan menjaga
daya tahan tubuh.