|
You Can Win if You Want
Nama: Adi Purnomo Djojo Suwito, S.T., MAMM dan Karyana, S.E.
Nomor ID: 035168B
Sponsor: Sherly, S.T.
Puji
syukur kepada Tuhan karena atas berkat dan karuniaNya, saya dan istri bisa mencapai
posisi Crown Diamond Director. Sebetulnya, yang luar biasa bukanlah kami, melainkan
REKAN-REKAN dan DOWNLINE kami yang sudah kami anggap sebagai sahabat
dan saudara kami sendiri. Terima kasih kepada mentor-mentor spesial kami yang
sekaligus kakak dan adik kandung kami, Pak Lion dan Bu Anggraini serta Pak Johnsen
dan Sherly. Tak lupa, kami ucapkan terima kasih yang mendalam kepada mentor
kita semua, Pak Julianto dan Bu Yenny Tantono. Yang terakhir, terima kasih untuk
Mr. Peter Chia, yang kami percaya tidak pernah tidak mendukung semua distributor,
khususnya yang ada di Indonesia.
Saya
adalah seorang lulusan Teknik Elektro, Universitas Trisakti Jakarta dan mendapatkan
kemurahanNya untuk melanjutkan Master of Arts di bidang Marketing Management
di Derby University, United Kingdom dengan beasiswa. Istri saya adalah seorang
lulusan jurusan Ekonomi Manajemen. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika
kami akhirnya menekuni bisnis network marketing. High-Desert menjadi
network marketing kami yang pertama.
Dari
segi kepribadian, saya adalah seorang yang bersifat melankolis-introvert,
sedangkan istri saya sanguinis-extrovert. Awalnya, yang menjalankan bisnis
ini adalah saya. Dengan kepribadian seperti itu, saya mengalami banyak kesulitan
untuk mengubah diri saya sendiri. Memang, tidak mudah untuk berubah, hanya kemurahan
Tuhan-lah yang mengubah kami, sampai bisa seperti ini.
Pada
kesempatan ini, ijinkan kami untuk berbagi perihal kenapa orang sulit sekali
untuk berubah. Kalau tidak berubah berarti tidak melakukan ACTION Kalau kita
lihat bersama sekarang ini, marak sekali seminar-seminar pengembangan kepribadian,
karakter, seminar motivasi, BEST, RTS, dll. Banyak seminar yang mengajarkan
untuk bisa hidup sukses dan kaya. Bagaimana kita mempunyai IMPIAN yang besar?
IMPIAN merupakan KEBUTUHAN. Kalau ditanya oleh pembicara, “Siapa yang
mau Naik Haji atau ke Holyland? Siapa yang mau mempunyai rumah yang layak?”
Pada saat itu, tidak ada satu orangpun yang tidak mau. Semua mengacungkan tangan.
Tapi, kenapa hanya sedikit yang meraihnya? Jawabannya adalah karena hanya sedikit
distributor yang melakukan ACTION.
Menurut
kami ada 4 hal kenapa orang tidak melakukan ACTION.
1.
Spiritual
Keyakinan yang kuat kepada Tuhan YME, bukan sekadar kepercayaan yang tercantum
di KTP. Artinya, rencana Tuhanlah yang terbaik, bukan rencana manusia. Mungkin,
dengan kacamata manusia, apa yang terjadi tidak sesuai dengan kehendaknya, tapi
itulah yang terbaik menurut Tuhan bagi orang itu. Kesedihan, kekecewaan, kesakitan,
perlakuan yang tidak adil, kegembiraan, kesenangan adalah rencanaNya. Yang kedua,
kepercayaan diri. Manusia bisa kehilangan segalanya tapi jangan sampai kehilangan
kepercayaan diri sendiri.
2.
Emosional
Kenapa Tuhan memberikan 5 indra? Kelima indera tersebut pasti ada maksudnya,
bukan aksesoris belaka. Dalam melaksanakan 3M, kita harus mampu menginderakan
indera kita: sight (penglihatan), touch (perabaan), taste
(perasaan), sound (pendengaran), dan smell (penciuman).
Contoh
aplikasi:
Melihat distributor menjadi Diamond (dengan mereka naik ke panggung).
Meraba distributor menjadi Diamond (dipegang pialanya DIAMOND).
Mendengar distributor menjadi Diamond (kisah sukses dari mereka).
Merasakan distributor menjadi Diamond (ikut terhanyut dengan cerita mereka).
Membau distributor menjadi Diamond (aura yang timbul saat acara penghargaan).
Dist
A: "(Kita mendengar) Distributor dari Surabaya itu sudah Double Diamond
dan akan di-recognize di BEST loh. Ayo kita ikutan acara BEST."
Dist B: "Ntar saja sepulang BEST, saya tanya ke dia, ceritanya bagaimana?
Tapi, saya tidak ke BEST. Sepulang dari BEST nanti saya lihat foto-fotonya,
saya lihat videonya, saya juga bisa memegang pialanya."
Apakah
itu sudah cukup? Kenapa Tuhan memberikan panca indra untuk kita? Saya rasa belum
sempurna, sebab kita belum mampu "membaui" dan “merasakan"
aura saat distributor tersebut menerima penghargaan.

3.
Mental
Banyak orang memiliki mental blocking. Seolah-olah orang tersebut memblok
dirinya sendiri. Padahal, mental blocking sebenarnya merupakan trauma
masa lalu, kejadian-kejadian masa lalu yang membuat diri seseorang menolak untuk
melakukan atau menghadapi sesuatu hal atau peristiwa. Contoh: Seseorang yang
takut akan air, mungkin waktu kecil dia pernah belajar berenang dan hampir tenggelam.
Atau, seseorang takut berwiraswasta, karena sejak kecil sering diberitahu oleh
orang lain, ”Susah jadi pengusaha, banyak risikonya. Enakan jadi pegawai
tidak berisiko.” Atau, seseorang takut ”kaya” karena dari
kecil didoktrinasi oleh orang-orang di lingkungan sekitarnya. Sering kali, setelah
kita mengikuti sebuah seminar atau workshop, kita mengatakan, ”Apa yang
di-sharing-kan oleh pembicara masuk akal dan masuk logika? Kan itu untuk dia,
bukan untuk saya. Iya, kalau jalannya mulus. Kalau tidak?” Seolah-olah
dia memblok dirinya sendiri, padahal sebenarnya adalah kemungkinan adalah trauma
masa lalu yang mungkin pernah dia dapatkan saat kecil atau mungkin doktrinasi
dari orang-orang terdekatnya.
Ada
sedikit tips untuk menetralkan hal tersebut. Pertama, ini bukan menghilangan
atau menetralkan sekali saja, tapi berkali-kali dan konsisten yaitu pada saat
mengikuti acara BEST, RTS, dll. Usahakan untuk menggabungkan indra yang Tuhan
sudah berikan kepada kita. Dan, segera hubungi mentor (qualified upline)
Anda untuk bisa membantu dan mengarahkan untuk menghilangkan mental blocking
Anda. Kedua, positive thinking. Kalaupun gagal, apakah Anda rugi? Apa
yang perlu ditakuti?
4.
Fisik
Lalu, bagaimana caranya menjalankan bisnis HD? Usah kuatir. Ada ATM: AMBIL,
TIRU, MODIFIKASI. Modifikasi yang dilakukan tentu sesuai dengan support system
Billionaires yang ada.
Ada
sebuah cerita yang mungkin bisa menginspirasi kita semua, Alkisah, di sebuah
kerajaan antah-berantah, seorang raja mengadakan sayembara untuk mencari seorang
pangeran. Pada hari yang ditentukan, berkumpullah ribuan peserta. Raja mengumumkan,
barangsiapa yang berhasil menyeberangi kolam buaya tersebut dengan selamat,
ia akan menjadi pangeran terpilih. Belum sempat si Raja melanjutkan aturannya,
tiba-tiba dari kejauhan terdengar "Byuuurr!" Tampak seorang
pemuda terjun ke kolam dan berenang dengan cepat menuju sisi lain kolam. Si
pemuda tersebut tiba dengan selamat. Orang-orang bersorak-sorak merayakan kemenangannya.
Raja langsung mendatangi si pemuda untuk membertanya, ”Raja, tadi siapa
yang mendorong saya ke dalam kolam?”
Apa
yang kita bisa petik dari cerita pendek tersebut? Tidak usah banyak alasan dulu,
yang penting lakukan ACTION. Hasilnya dipikirkan nanti. Kadang kala, dalam menjalani
hidup, kita harus ”dipaksa”. Tetapi, yang terpenting, kita harus bisa
"memaksa” diri sendiri. Buatlah segala sesuatunya seolah-olah "kepepet"
sehingga mau tidak mau kita berpikir ”Harus, harus, dan harus!"
Ciptakan kondisi ”harus” di dalam diri kita masing-masing. Ciptakan
kondisi ”Saya harus bisa sendiri” sehingga kita tidak menggantungkan
diri kepada suami/istri, pacar, orangtua, saudara, atau teman. Hanya satu yang
menjadi gantungan kita, yaitu Tuhan.
Jika
Anda mengoptimalkan aspek spiritual, emosional, mental, dan fisik, saya percaya
bahwa TIDAK AKAN ADA YANG BISA MENGHALANGI ANDA.
Ada
sebuah kisah nyata tentang sepasang pengantin baru yang mendiami rumah barunya.
Pada pagi hari pertama, saat mereka makan pagi bersama, si istri berkata, “Pa,
lihat tetangga kita. Kelihatannya mereka tidak bisa mencuci baju." Tempat
makan mereka memang memiliki jendela kaca yang berdampingan dengan tetangga
sebelah.
Suami menjawab, “Hmm ....”
Pagi
kedua, si istri berkata, “Pa, tetangga kita kelihatannya tidak punya
cukup uang untuk membeli sabun cuci yang bagus. Lihat tuh, pakaiannya kok masih
kumal?"
Kembali si suami menjawab,“Hmm ....”
Pada
pagi ketiga, istri berkomentar, "Pa, tetangga kita sudah bisa mencuci
dengan bersih, ya."
Balas si suami, "Ma, tahu tidak? Tadi pagi saya bangun pagi-pagi untuk
membersihkan jendela kita."
God
bless you all.
Go Royal Crown!

|