|
Ingin
Sukses? Teruslah Berjuang!
Nama : dr. Hendarmin Aulia, M.Sc. dan Paula Setiawaty B
Nomor ID : 036253 J
Sponsor : dr. Ivan Hoesada
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih karena atas izin
dan kemurahanNya, maka kami berhasil meraih peringkat Crown Diamond.
Penghargaan dan terima kasih kepada orang tua kami yang membesarkan dan mendidik
kami sampai mencapai keberhasilan untuk meraih impian kami.
Terima
kasih kepada upline leader, dr. Ivan Hoesada, dan jajaran upline,
Bp. Mulyadi dan Bp. Tjandra G, yang banyak membimbing jaringan kami di kota
Palembang dan Medan. Terima kasih juga untuk Bp. Adi Siswanto, Bp. Julianto,
Bp. Alexius Sutojo, dan Mr. Donald Lee yang sering berkunjung ke Palembang saat
kami mengawali bisnis High-Desert ini.
Terima
kasih untuk para leader dan rekan kerja kami di mana pun berada, yang
rela menjalin kerjasama yang baik di bisnis HD. Terima kasih kepada semua teman-teman
di luar jaringan kami, baik yang berada di Billionaires maupun di luar Billionaires,
yang banyak memberikan dukungan atas keberhasilan ini kami juga mengucapkan
terima kasih. Kepada Chairman HD, Mr. Chia, dan jajaran staf perusahaan yang
banyak kontribusinya bagi pengembangan jaringan HD, termasuk jajaran stokis/depo
di mana pun berada, khususnya Stokis Palembang, kami mengucapkan penghargaan
yang setinggi-tingginya.

Setiap
orang ingin sukses dalam hidupnya. Dan, bisnis HD sangat ideal untuk menjadi
sarana meraih kesuksesan dalam hidup setiap orang. Menurut saya, orang yang
berhenti menjalankan bisnis HD bukanlah orang yang gagal di bisnis ini, tetapi
orang yang mungkin tidak benar-benar ingin meraih impian besar. Atau, dia menginginkan
sukses serta meraih impian besar, tetapi secara instan. Mungkin juga, dia tidak
bersungguh-sungguh berjuang untuk itu.
Kisah
berikut ini sangat inspiratif dan membangkitkan semangat. Sebuah kisah mengenai
seorang yang pada awalnya hidup dalam kondisi sangat kekurangan namun dapat
bangkit menjadi pengusaha sukses. Kisah ini diambil dari buku berjudul "You
Can Do It!" karangan Paul Hanna. Kita dapat mengambil pelajaran berharga
dari kisah ini untuk dapat meraih kesuksesan.
Ken
Tagg adalah pemegang lisensi terbesar Mc Donald's di Australia dengan delapan
buah restoran di kawasan Mac Arthur yang terletak di bagian barat Sydney,
Australia. Pada saat berusia 14 tahun, ia tinggal di sebuah perumahan rakyat
di Sydney. Ibunya adalah orang yang buta dan ayahnya bekerja sebagai penjual
susu. Keluarganya sangat kekurangan. Setiap minggu, mereka bertahan hidup
hanya dengan mengandalkan penghasilan ayahnya yang kecil. Suatu hari, saat
Ken pulang sekolah, ia mendapati ayahnya telah pergi meninggalkan rumah. Akibatnya,
Ken harus berhenti bersekolah dan bekerja untuk menyambung hidup diri dan
ibunya. Ken bekerja di sebuah pasar dari Senin sampai Jumat. Pada akhir pekan,
ia bekerja di sebuah pompa bensin di dekat rumahnya. Apa yang dalaminya benar
-benar sebuah perjuangan berat, apalagi untuk seorang anak yang baru mau menginjak
dewasa. Namun, ia mampu bertahan.
Setelah
berusia 18 tahun, Ken bekerja sebagai sopir truk pada perusahaan Coca-Cola.
Setelah 22 tahun bekerja di sana, akhirnya ia mendapatkan posisi manajerial
dan bertanggung jawab untuk pemasaran di Australia, Selandia Baru, dan daerah
Pasifik. Selama bekerja di Coca-Cola, Ken punya tekad kuat untuk menambah
pengetahuannya sehingga selama 16 tahun berikutnya, ia mengikuti pendidikan
di sebuah sekolah malam. Waktu luangnya dihabiskan untuk membuat tugas-tugas
sekolah yang semuanya didanai dari hasil jerih payahnya sendiri. Meskipun
persaingan kerja di perusahaan Coca-Cola begitu keras, Ken tetap dapat berprestasi
dan dapat mengungguli rekan-rekan kerjanya yang kebanyakan lulusan universitas.
Terobosan
penting berikutnya adalah ketika Ken memutuskan untuk memulai usaha sendiri.
Saat itu, ia sudah berusia hampir 40 tahun, namun ia yakin bahwa yang terbaik
dalam hidupnya masih ada di depan mata, meskipun ia telah mendapatkan prestasi
terbaiknya di perusahaan Coca-Cola.
Mc
Donald's Australia pada saat itu sedang mencari seorang operator lokal untuk
ikut bagian dalam usaha pengembangan perusahaan di Australia. Ken yakin inilah
saatnya untuk bergabung karena ia tahu Mc Donald's sangat terkenal di Amerika.
Dia berharap hal yang sama juga terjadi di Australia. Lalu, ia mulai mencairkan
segala miliknya untuk memulai bisnisnya di sini. 13 Desember 1982, ia resmi
menjdi operator lokal dan restoran pertamanya pun dibuka. Namun, pada awalnya
segala sesuatu tidak berjalan seperti yang diharapkan. Tujuh tahun pertama,
usaha Ken merugi hingga ia harus tinggal di sebuah mobil caravan agar bisnisnya
tetap berjalan.
Saat
ini, restorannya yang berada di suatu wilayah di Australia mencapai total
penjualan 20 milyar dollar Australia per tahun! Pada 1994, ia dianugerahi
penghargaan sebagai pemegang lisensi terpilih. Pada akhir tahun yang sama,
ia mendapat penghargaan istimewa Mc Donald's Golden Arches di Las Vegas, Amerika
Serikat.
Dari
seorang anak kecil yang hidupnya serba kekurangan menjadi seorang miliarder.
Itulah Ken Tagg. Dia adalah bukti bahwa dalam kondisi yang terpuruk sekalipun,
setiap orang dapat bangkit dan mampu meraih sukses kalau benar-benar sangat
menginginkan dan mau memperjuangkannya.

Saya
sangat bersyukur Billionnaires telah memberikan suatu sistem pembelajaran yang
luar biasa bagusnya. Teruslah bertumbuh dari sisi ESQ (Emotional and Spiritual
Quotient), selain senantiasa meningkatkan technical skill. Jangan
lupa untuk selalu hadir bersama rekan kerja dalam event besar nasional, seperti
BEST dan BIG. Jadikan "PAKSA" (Pray, Attitude, Knowledge, Skill,
dan Action) sebagai landasan dalam menjalankan bisnis HD. Ingat,
"PAKSA" diawali dengan "Pray", yaitu berdoa dan bersyukur,
sehingga setiap langkah kita selalu dalam bimbinganNya dan kita dijauhkan dari
godaan yang menyesatkan dan merugikan orang lain.
Go
Royal Crown!
|