|
Berikan yang Terbaik,
Mereka Menjadi Bagian Tim Terbaik
Nama: Suwandi Kurniawan
Nomor ID: 034401E
Sponsor: Limelly
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tuhan karena telah memberikan kekuatan
saat hambatan, halangan, dan rintangan datang sehingga saya dapat mencapai posisi
Double Diamond. Terima kasih yang tak terbilang kepada kepada upline
dan motivator saya, Ibu Limelly, Bp. Mulyadi, Bp. Tony Hermawan, Bp. Alexius
Sutojo, Bp. Tjandra Gunawan, dan Bp. Julianto EP. Tak lupa kepada rekan-rekan
kerja yang saya cintai dan semua staf Stokis Palembang, terima kasih.

Suwandi Kurniawan
(tengah, kemeja biru)
Pada
Olimpiade 2002, Eric Moussambani, atlet renang mewakili negara Guinea. Eric
belum pernah melihat kolam renang yang besar sebelumnya. Di negaranya, ia berlatih
dalam kolam seluas 20 meter di sebuah hotel. Saat di babak penyisihan, dua peserta
lainnya, yaitu dari Nigeria dan Tajkistan, sama-sama didiskualifikasi karena
mencuri start sehingga Eric dapat berenang sendirian dan lolos.
Selain
itu, Eric belum pernah berlomba renang 100 meter. Sesuatu hal yang segera dicurigai
oleh penonton. Dia berenang dengan kepala tersembul di atas permukaan air dan
kakinya sama sekali tidak menendang! Dalam putaran pertama, Eric benar-benar
harus berjuang. Dalam putaran kedua, Eric hampir tenggelam. Akan tetapi, Eric
berupaya sekuat tenaga. Tiga puluh meter dari garis akhir, 17 ribu penonton
mulai memberi semangat kepada Eric dan dengan setiap gerakannya, sambutan penonton
semakin keras. Sepuluh meter dari garis akhir, Eric sudah mengap-mengap namun
penonton justru semakin menggila untuk memberi semangat.
Ketika
pada akhirnya Eric mencapai garis akhir, tepuk tangan dan hentakan-hentakan
kaki penonton benar-benar mengguncang arena. Waktu Eric adalah 1 menit 27 detik,
kira-kira satu menit lebih lambat dari perenang lain.
Siapa
yang peduli dengan waktu yang ditempuhnya? Eric Moussambani telah memberikan
semuanya.
Cerita
di atas memberi kita satu kesimpulan, yaitu bahwa ketika orang mengetahui bahwa
Anda telah memberikan yang terbaik, biasanya mereka mendukung Anda. Bila kita
menginginkan rekan kerja satu visi dalam team work, baik dalam mencapai
target posisi, omzet per bulan, perhelatan acara-acara Billionaires atau pun
menggali ide-ide kreatif di setiap pertemuan group meeting, pondasi yang mampu
mendasarinya sebagai perekat antara kita dan rekan kerja bisa terjalin dengan
baik, juga langgeng adalah memberikan yang terbaik pada semua rekan kerja kita
sampai menyentuh di level kedalaman.
Sebagai
upline yang diberi kepercayaan dari mitra-mitra kerja aktif kita, tidak
ada pilihan bagi kita untuk memilah perhatian, pembinaan, pendampingan, maupun
konsultasi yang terkadang menyerobot waktu kita untuk keluarga. Membuka pintu-pintu
komunikasi secara langsung dengan mereka akan mendapat respon terciptanya rasa
kedekatan dan keterbukaan yang tidak lagi terganjal rasa sungkan ketika mereka
membutuhkan konsultasi dan jalan keluar dari kesulitan-kesulitan di lapangan.
Sepuluh
tahun saya menekuni bisnis HD secara part-time. Keterbatasan waktu yang
saya miliki untuk rekan-rekan kerja tidak menjadi halangan bagi saya untuk mencapai
posisi Double Diamond karena terbantu dengan adanya support system Billionaires.
Sedari awal, saya mengarahkan rekan kerja untuk mengikuti sistem pendidikan
yang disediakan Billionaires, seperti halnya yang saya dapatkan dari upline
saya, Ibu Limelly. Kerja tim yang berlandaskan kekeluargaan, kebersamaan,
kemitraan, dan persaudaraan telah mempersempit ruang bagi terjadinya benturan-benturan
antar rekan kerja yang berlainan jalur. Tidak ada hari terakhir bagi kita untuk
selalu memberikan yang terbaik kepada semua mitra kerja dan konsumen loyal di
semua lini jaringan kerja kita.
Go
Crown!
|